VERMEER INDONESIA PERKENALKAN TRENCHER T555 YANG DILENGKAPI SMART TECH

Menggali parit secara manual bukanlah pekerjaan mudah, apalagi kalau kondisi tanahnya sangat keras dan berbatuan. Selain menguras tenaga, juga waktu maupun biaya. Namun, kini, dengan perkembangan teknologi peralatan yang makin maju, semua pekerjaan berat seperti menggali parit menjadi sangat mudah.

Dan itu sudah dipikirkan Gary Vermeer ketika dia membuka Vermeer Manufacturing Company puluhan tahun lalu di Pella, Iowa, USA. Peralatan yang pada mulanya masih sederhana, kini dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, produkproduk Vermeer makin maju dan bervariatif. Pabrikan ini membuat beragam alat baik untuk agrikultur, utility installation, pekerjaan tambang permukaan dan konstruksi sipil, pemasangan saluran pipa, daur ulang, perawatan tanaman hingga pengelolaan hutan.

VERMEER INDONESIA

Untuk menggarap pasar Indonesia, PT Vermeer Indonesia menghadirkan beberapa lini produk, seperti yang ditampilkan pada pameran Infrastructure Week 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) jelang akhir tahun lalu.

Menurut saya pribadi, pameran yang digelar di JCC pada tahun 2017s silam berjalan lancar. Hal tersebut tampak dari banyaknya peserta dan pengunjung yang bertapisipasi. Kesuksesan tersebut tidak lepas dari peran distributor genset jogja yang menyewakan mesin gensetnya dengan harga murah sehingga suplai listrik terjamin selama pameran berlangsung.

Salah satu tipe mesin yang menarik perhatian para pengunjung selama pameran ini adalah mesin Trencher T555. Menurut Rusdi RB, Operational Manager PT Vermeer Indonesia, Trencher T555 sengaja diperlihatkan selama acara pameran ini agar para customer dan publik juga tahu kalau ada alat yang sangat bagus yang khusus dirancang untuk menggali parit yang sudah dilengkapi teknologi terkini.

Dengan Trenching yang tangguh, traktor T555III juga didukung mesin diesel John Deere PowerTech E Tier 3 atau Tier 4 Final yang berperforma mulus (138 kW). T555III menggunakan perangkat lunak SmartTEC, yang tersedia di semua mesin yang dilengkapi dengan sistem kontroler Vermeer TEC® Plus, yang membantu mengoptimalkan produktivitas dengan dorongan kontrol mesin secara real-time.

Traktor T555III tersedia dengan boom gajah 4 ‘, 5’, 6 ‘atau 8’ (1,2 m, 1,5 m, 1,8 m atau 2,4 m) yang mampu menembus parit hingga 24 “(61 cm). Traktor ini juga tersedia dengan rockwheel hidrostatik yang tingginya 36 “(91,4 cm) di beberapa kondisi batuan terberat.

Alat penggali parit Vermeer ini diperkenalkan ketika Indonesia sedang giat membangun infrastruktur. Itu sebabnya Rusdi yakin sekali kalau Trencher T555 ini sangat prospektif ke depannya. Setidaknya, menurut dia, terdapat dua hal yang membuat pasar Trencher T555 sangat menjanjikan di Tanah Air pada masa mendatang. Pertama, kebijakan pemerintah untuk tidak lagi melakukan open cut. Karena, selain bisa mengganggu arus lalu lintas, open cut dapat merusak lingkungan. Kedua, hingga kini masih banyak instalasi di atas permukaan tanah (upper ground).

Nantinya semua instalasi seperti kabel optik, , jaringan telekomunikasi, jaringan listrik, pipa air, pipa gas dsb ditempatkan di bawah tanah. Nah, mesin yang tepat untuk membuat instalasi underground adalah horizontal directional drilling (HDD). Namun, aplikasi HDD tidak hanya di sektor konstruksi, tetapi juga membidik infrastruktur minyak dan gas, seperti untuk pemasangan saluran pipa. Menurut Rudi, justru kebutuhan HDD di sektor migas lebih besar dari konstruksi. Kembali ke mesin Trencher, alat ini bisa saja dipakai untuk open cut, lanjut Rusdi, tetapi ada syaratnya, yakni harus di tempat yang terbuka, tidak ada gangguan karena ada perumahan, tidak ada gangguan perlintasan kereta api, atau jembatan atau jalan tol.

Ketika ditanya segmen market mana saja yang menjadi target utama dari mesin trencher ini, Rudy dengan tegas mengatakan untuk sementara ini masih terbatas ke sektor agrikultur seperti perkebunan sawit. Range produk yang dipasarkan di Tanah Air banyak sekali, mulai dari tipe yang paling kecil sampai yang paling besar: T555,T750,T855,T950, T1255-T1765. Dari berbagai range product trencher itu, ungkap Rudy, yang paling banyak permintaannya di sini adalah model T555, karena bisa menjangkau kelas menengah ke bawah. “T555 tidak termasuk heavy duty equipment.

Mobilisasinya sangat mudah dan tonasenya juga cuma 25 ton,” ujarnya. Selain menggarap pasar agrikultur, Trencher T555 juga menyasar pasar Telkom, seperti untuk pemasangan dan untuk housing area di mana mereka mau pasang unit untuk saluran induk atau saluran tersiernya.

Saat ini, kata Rudy, PT Vermeer Indonesia menyuplai beragam jenis alat untuk memenuhi kebutuhan berbagai industri di Indonesia. Untuk sektor tambang, misalnya, lini produk yang ditawarkan Vermeer cukup komplit. Selain ada Trencher, ada juga drilling, skid dll. “Kami sudah mempunyai beberapa jenis alat, termasuk product support-nya seperti mini skid untuk membantu mengangkat beban,” tukasnya dalam perbincangan dengan Equipment Indonesia di sela-sela sebuah pameran di Jakarta jelang akhir 2017.