Cara Merawat Home Theater yang Benar

home theater design
home theater design
home theater

Sebagus dan semahal apapun barang atau peralatan yang Anda miliki, apalagi peralatan elektronik. Jika dibiarkan begitu saja tanpa dirawat dengan baik, maka tidak akan bertahan lebih lama. Justru semakin canggih dan mahal alat yang Anda miliki akan semakin rentan jika tidak ada perawatan khusus. Jika hal seperti ini terjadi, maka Anda akan rugi besar karena akan membuang-buang uang dengan percuma. Salah satunya ketika Anda membeli Home Theater untuk keperluan di rumah atau untuk hiburan. Anda juga harus bersiap untuk selalu menjaga peralatan elektronik tersebut dengan baik dan benar. Perlu adanya tips dan cara merawat Home Theater dengan benar supaya peralatan tetap terjaga dengan baik.

Untuk merawat Home Theater sebenarnya tergantung pada pemilihannya. Jadi sebaiknya sebelum membeli Home Theater harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin. Karena untuk perawatannya juga tidak mudah dan perlu ketelitian. Berikut ini adalah cara untuk perawatan Home Theater:

  • Home Theater sebaiknya ditempatkan di ruangan yang terdapat ventilasi udara. Karena jika perangkat tersebut  digunakan dalam waktu yang cukup lama, maka mesin alatnya akan panas. Untuk itu penggunaan Home Theater juga dibatasi jangan terlalu dipakai kelamaan atau secara berlebihan.
  • Jangan letakkan perangkat di permukaan yang tidak bisa menyerap panas. Ini bertujuan agar suhunya selalu terjaga.
  • Perangkat jangan ditempatkan di dekat sesuatu yang panas atau di tempat yang terkena langsung oleh sinar matahari.
  • Jangan pindahkan perangkat secara tiba-tiba, misalnya dari tempat yang tadinya dingin ke tempat yang panas dan sebaliknya, untuk menjaga suhu agar tetap stabil.
  • Pada pemutar dalam Home Theater, gunakan cakram yang asli dan yang tidak rusak.
  • Bersihkan perangkat secara rutin menggunakan kain yang lembut.

Nah, beberapa tips dan cara merawat Home Theater di atas bisa Anda terapkan sendiri di rumah. Perawatan dilakukan untuk menghindari adanya kerusakan secara tiba-tiba pada perangkat. Sebaiknya rawat alat tersebut dengan benar-benar. Agar tetap awet dan tidak rusak, pilihlah barang yang berkualitas dari brand terkenal agar lebih terjamin kualitasnya. Pastikan selalu melakukan perawatan rutin setelah beli home theater yang berkualitas supaya tahan lama.

Baca juga :

Penyebab bayi tidak menangis

Perawatan piano dengan mengecek suara beat piano

piano terawat
piano terawat
piano terawat

Perawatan piano menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang pianis. Tanpa merawat pianonya dengan baik pastilah seorang pianis akan kesulitan berlatih sendiri dirumah. Karena itu, pengetahuan atau memahami bagaimana cara merawat piano menjadi amat penting terutama bagi pemula yang memiliki piano sendiri dirumah.

Biasanya perawatan piano yang umum dilakukan melibatkan perawatan eksterior piano, seperti membersihkan tuts piano dan menjaga keutuhan body piano. Memang tak dapat dipungkiri bahwa kerusakan pada bagian luar piano juga dapat membawa pengaruh besar pada suara piano. Namun sebenarnya kestabilan suara piano banyak dipengaruhi dari bagaimana bagian internal piano dirawat.

Karena itu perawatan piano pada bagian internal juga tak boleh kita lewatkan. Nah salah satu cara mengecek adakah kerusakan yang terjadi pada bagian dalam piano adalah dengan mengidentifikasi beat yang dihasilkan piano. Mari kita asumsikan bahwa piano baru saja disetel.

Ketika tuner atau teknisi piano pergi, sebenarnya kita dapat memulai serangkaian pengamatan yang akan membantu mempelajari apa yang harus didengarkan dalam penyeteman. Dalam masing-masing, kamu harus menahan tombol dan mendengarkan sampai suara hampir mati. Yakni dengan melakukan langkah-langkah dibawah ini:

  1. Dengarkan setiap not secara bergantian, dari nomor 1 hingga nomor 88. Masing-masing harus terdengar halus dan jelas jika piano telah disetel dengan baik.
  2. Uji semua oktaf, dari bagian bawah keyboard ke atas. Oktaf harus halus dan jelas. Tetapi jangan khawatir jika ada kekesalan atau kurangnya kejelasan dalam catatan tertentu. Banyak piano memiliki string tertentu yang tidak terlalu jelas, dan guru piano sering dapat mendengar ketidaksempurnaan string ini.
  3. Mainkan posisi keempat dari E-A (32 dan 37) ke G-C (47 dan 52). Kamu akan melihat crescendo yang lambat dan berkurang dalam interval ini, gelombang kecil dalam suara yang disebut ketukan. Tempo ketukan ini harus ditingkatkan secara bertahap dan teratur saat menaikkan keyboard. (Metronom akan memberikan perkiraan tempo, sehingga kita akan tahu apa yang harus didengarkan – interval E-A akan mengalahkan sekitar M.M. = 44, dan G-C pada M.M. = 106.)

Nah gunakan tiga langkah ini sebagai bagian dari perawatan pianomu sehari-hari niscaya lambat laun kamu juga bisa piawai menjadi seorang teknisi piano.

Baca juga :

Cara Merawat Home Theater yang Benar