Bagaimana Cara Pengolahan Limbah Air Dari Pabrik Kelapa Sawit?

Bagaimana Cara Pengolahan Limbah Air Dari Pabrik Kelapa Sawit? – Beberapa tahun belakangan ini, pabrik kelapa sawit di Indonesia sedang berkembang pesat. Seiring pabrik kelapa sawit semakin banyak, semakin banyak pula pabrik minyak kelapa sawit yang menghasilkan CPO (Crude Palm Oil). Namun di balik itu, terjadilah permasalahan umum yang biasanya terjadi, yakni limbah air pabrik kelapa sawit.

Bagaimana Cara Pengolahan Limbah Air Dari Pabrik Kelapa Sawit?

Sebagian besar pabrik penghasil CPO belum memenuhi standar kriteria tertentu dalam instalasi pengolahan limbah cairnya. Bila telah diberlakukan standar internasional di mana setiap pabrik harus eco labelling, maka pabrik-pabrik CPO di Indonesia tidak bisa mengekspor produknya ke luar negeri.

Karena itulah, benar-benar sangat dibutuhkan penyempurnaan dalam proses mengolah limbah air dari pabrik kelapa sawit supaya hasil buangannya tidak mencemari ataupun merusak ekosistem lingkungan sekitar. Lalu, bagaimana caranya? Simak tips berikut ini dari www.ipalbiorich.com, cara pengolahan limbah air dari pabrik kelapa sawit.

  1. Limbah air dimasukkan ke bak fatpit setelah diolah di unit sludge separator dan unit pencucian, kemudian dipanaskan dengan temperatur 85 sampai 9500 Dengan suhu yang panas, minyak akan mudah terlepas dari limbah air tersebut. Hasil dari pemisahan tersebut dapat dilakukan oil recovery sebesar 0,8 sampai 1,2%.

Lama waktu dalam proses pertama ini adalah selama 16 jam. BOD yang keluar dari fatpit ini sebesar 30.000 hingga sampai 40.000 ppm yang memiliki pH sekitar 4 sampai 5.

  1. Proses selanjutnya yaitu anaerobik dan membutuhkan 4 bak terbuka yang akan dioperasikan secara berurutan. Limbah air yang masuk ke dalam 4 bak ini berasal dari fatpit, unit kondensat strerilisasi, hydro cyclone, serta unit demineralisasi.

Waktu tinggal untuk proses ini adalah selama 40 hari. BOD air limbah yang keluar dari proses ini sekitar 3.000 ppm dengan pH 5 sampai 6.

  1. Lalu proses terakhirnya adalah proses aerobik yang dilakukan pada 4 bak (pond). Proses ini dianggap dapat dilakukan meskipun hanya dengan kontak udara yang ada pada permukaan kolam, tanpa membutuhkan aerator mekanik ataupun biower.

Lama waktu untuk proses ini juga sangat lama karena harus menunggu selama 60 hari. Kualitas BOD limbah air dari proses ini adalah 200 sampai 230 ppm dengan pH sekitar 7.

Sebagian besar yang keluar dari proses anaerobik limbah air tersebut bisa digunakan untuk menyiram tanaman.